UNDP Internship!

Oktober 18, 2012 at 9:51 am (Dan Sebagainya, Keseharian, Uncategorized) (, , , , , , , )

Memiliki waktu sekitar 8 bulan penuh untuk internship membuat saya berkesempatan mencoba magang di dua tempat yang tipenya jauh berbeda. Setelah Unilever, private company yang bergerak di bidang Fast Moving Consumer Goods, saya mencoba mencapai mimpi untuk bekerja di bidang kemanusiaan. Setelah (agak) mengejar-ngejar konfirmasi HRD-nya dengan telepon, United Nations Development Programme, cabang program PBB yang bekerja di bidang pengembangan manusia (Human Development) akhirnya menjadi penadah mimpi tersebut.

Rumah kedua selama 3 bulan sambil mengganggu satu-satunya staf UNV disitu.

3 bulan bersarang di Communications Unit (walau duduknya sih di kantor United Nations Volunteer) membuat saya jadi lumayan paham bagaimana cara UN bekerja dari dalam. Terlebih, Comms Unit UNDP sedang dalam masa-masa awal mempopulerkan isu-isu yang mereka junjung lewat social media, jadi saya juga ikutan belajar menggunakan benda yang dulunya masih saya anggap misterius ini.

Detilnya apa saja sih yang saya kerjakan?

1. Social Media Management
Tentu tugas ini spesifik bagi intern di Comms Unit. Kalau kamu magang di Finance, HRD atau bahkan Environmental Sustainability Unit pasti kamu dapatnya tugas yang paralel dengan yang Unit kamu kerjakan. Intinya saya harus secara konstan men-suplai Facebook dan Twitter UNDP dengan feeds, entah memberikan quick facts, info lowongan, info kompetisi, info campaign… Tujuannya yang pasti makin banyak yang dibangun kesadarannya soal isu-isu apa yang UNDP atau UN kerjakan di Indonesia secara general, dan bagaimana mereka bisa berpartisipasi dalam isu tersebut.

2. Assisting Daily Duties di Comms Unit
Apakah ada acara yang lagi nge-trend dan jadi prioritas di UNDP? Tugas kalan pasti berhubungan erat dengan acara itu. Misal ketika kemarin Ban Ki Moon transit di Indonesia, orang-orang di Admin Unit heboh banget.

Ketika sedang sibuk membuat Annual Report, saya ikutan ke tempat printing & editingnya.

Selain itu, kebanyakan yang akan kita kerjakan adalah tugas-tugas administratif seperti membuat katalog buku, membut notulen rapat (yep, kita boleh ikut rapat-rapat unit!) mengumpulkan merchandise dari satu kantor untuk digunakan di road show, dll. Ada juga saat-saat dimana saya diminta untuk mendokumentasikan kunjungan mahasiswa dari Malaysia, penutupan proyek SC-DRR, mengikuti road show ke universitas-universitas, menjadi MC di acara kebersamaan karyawan dan berpartisipasi d banyak seminar dan learning session yang menarik 🙂

Pembukaan Global Youth Forum oleh UNFPA.

Acara buka bersama staff UNDP dimana saya dan seorang rekan lain jadi MC dadakan

3. Berhubungan dengan media
Salah satu tanggung jawab saya adalah untuk membuat daftar lengkap dan up-to-date semua partner media UNDP. Daftar ini akan digunakan untuk mengundang mereka di konferensi pers, atau merekrut mereka saat kita butuh liputan proyek UNDP dimana-mana. Hubungan lainnya saya lakukan dari membantu mengurus tiket dan akomodasi mereka sampai menugaskan kurir mengirimkan kontrak ke rumah mereka.

Sekumpulan pers di acara serah terima Pengelolaan Dana Kemitraan Indonesia untuk AIDS dari UNDP ke KPAN

Jadi, apa yang didapat setelah melakukan tugas-tugas di atas? Yang paling jelas sih exposure pada lingkungan multikultural. Menyenangkan sekali ngobrol dengan para staf bule atau intern-intern dari negara macam-macam dan mendengarkan pengalaman mereka. Tiap saat pasti kekenyangan di kantor karena adaaa saja yang menghibahkan makanan mereka. Ketahanan kita diuji dengan bertemu berbagai macam kepribadian orang yang mungkin tidak kita temukan di dunia studi. Kreativitas dalam berkomunikasi dan diplomasi tentu meningkat. Pengetahuan akan tebalnya birokrasi dapat menjadi bekal untuk masa depan (ya maksudnya agar dalam setiap usaha kita terus mengejar kesederhanaan, begitu.) Semua dipoles dalam lingkungan kerja yang santai dan tidak terlalu menekan (menurut saya).

Acara makan-makan perpisahan seorang staf yang hendak bertugas di New York.

Walaupun tidak dbayar, saya tidak menyesal mendapatkan kesempatan untuk magang disana.

Karaoke Time!

Iklan

Permalink 4 Komentar

Unilever Internship

Mei 6, 2012 at 3:22 am (Keseharian) (, )

Internship = Magang. Sudah lebih dari seminggu sejak saya terakhir kali menyelesaikan masa 3 bulan magang di bagian HRD Unilever 🙂 Pengalaman yang berharga.

Beberapa hal menyenangkan yang bisa didapat kalau magang disini:

1. Project-based work. Jadi jarang sekali kita diminta oleh supervisor untuk mengerjakan hal-hal berbau administratif. Pokoknya fokus kita adalah bagaimana bisa menuntaskan proyek kita dan bahkan menambahkan value lebih yang tidak terpikirkan sebelumnya.

2. Activations! Secara Unilever perusahaan yang menaungi berbagai macam brand besar dan tahan banting selama bertahun-tahun menemani masyarakat Indonesia pasti tiap minggu adaaa aja cara setiap brand itu membuat para karyawan aware dengan inovasi mereka. Yang pasti sih selalu ada bagi-bagi produk gratis dan photo booth tempat semua orang bisa narsis-narsisan hahaha. Untungnya anak intern juga bisa ikutan menikmati bahagianya activations itu.

Activation Pepsodent dan Lipton.

3. Exposure. Ada saat-saat dimana isi kantor sering jalan sana jalan sini karena mereka membuat acara external. Atau mungkin ketika mereka kedatangan para teman-teman Unilever global yang juga tertarik bertemu muka dengan para intern. Lumayan lah bisa melihat atau mengalami hal-hal baru dan belajar dari orang-orang lain yang sudah mantap dengan passion mereka. Di sisi lain kita juga bisa belajar soal standar tinggi yang ditetapkan oleh sebuah Multinational Company yang mendunia seperti Unilever. Hal-hal detil mereka perhatikan dengan seksama sehingga efek baiknya men-domino ke segala bagian 🙂

Kunjungan ke program CSR Unilever di Pejaten: Bank Sampah dan Trashion

Pesan-pesan keselamatan kerja lewat komik! Hehehe

Magang itu memang penting ya buat anak-anak kuliah yang masih ingusan. Saya termasuk. Apalagi lewat praktek nyata itulah kita bisa meninjau ulang keinginan dan kebutuhan kita untuk masa depan. Meninjau ulang diri sendiri. Saya salut sama orang-orang yang fokusnya tidak pernah belok sepanjang hidupnya. Tapi bukan berarti berpindah fokus adalah hal yang buruk. Yang penting yakin kalau apa yang dikerjakan saat ini adalah benar misi kita; Legenda Pribadi kita – quote Paulo Coelho. Kalau masih belum merasa seperti itu, tetap cari dan coba hal lain. (Klise on.)

Saya merasa beruntung.

Oh iya, bagi yang tertarik magang di Unilever mampir saja ke unilever.co.id/Careers/internship/ Cuma tinggal isi form aplikasi 😉 Kalau kalian sukses di program internship ini kalian juga punya kesempatan ikut program Management Trainee Unilever.

Kadang ada Magnum tak terduga…

Dan pokoknya snack dimana-mana

Permalink 16 Komentar

I Must be Mad

Oktober 18, 2010 at 10:07 am (Dan Sebagainya, Keseharian)

*Cuma curhat*

Pertama, IMUN udah mau mulai. Sabtu ini berangkat. Saya takut. Kurang research, sendirian jadi delegate PU, ngga ada temen, ekspektasi gede.

 

Kedua, ngurusin drama mulai kerasa nerakanya. Kesalahan disini disitu bikin mumet. Salah saya sendiri juga sih terlalu memberatkan diri sendiri. Maap temen2, mestinya dari awal udah bagi tugas yang ukurannya reasonable.

Ketiga, tugas kuliah manggil-manggil. Clash of Civilization paper, 5-6 halaman. Entrepreneurship belum dibikin weekly individual reportnya. Leadership mulai kuis-kuis. STS…. yah… dengan A.S. Hikam sebagai dosen, begitulah.

Padahal saya pikir ngedrop Intro to Communication, ngga lanjut choir dan dimanja oleh kemalasan dosen Indonesian Economic System dalam urusan datang ke kelas udah cukup membantu. Ternyata…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Into the Woods!

Oktober 17, 2010 at 10:33 am (Dan Sebagainya, Keseharian)

 

Poster Into the Woods yang masih ketinggalan beberapa karakter

 

Iya.

Masih kurang Rapunzel, Cinderella’s Spetmother, Narrator dst dst. Lucu juga kenapa kita ngga bikin fixed list dulu sebelum mempublikasikan poster ini x_x

Tapi yasudahlah.

Jadi alasan awal kenapa bisa ada drama begini di universitas saya adalah (1) Keburu mengumbar janji di PACT (English clubnya President University) buat bikin drama, (2) Emang ngebet dari sananya. Untungnya alasan yang lebih dominan sih yang no.2, walopun kalo ngga ada no.1 ya ngga bisa merasa terikat juga sama proyek ini. Lagipula saya gemes juga sama universitas saya yang udah berdiri selama 8 tahun tapi ngga pernah punya event external yang gegap-gempita dan bisa dinikmati masyarakat luas. Semua acara internaaaaaal melulu, yah, kecuali beberapa yang memang hubungannya keluar seperti Charity (klub amal) ato Green Planet Supporter (pecinta alam).

Makanya saya berkesimpulan untuk jadi agak masokis dan mengambil inisiatif untuk mengorganisir satu drama besar. Rencananya sih mau dipentaskan di Jakarta entah Maret/April, dan dibuat komersil jadi proyeknya harus total. Harus ada sponsor, komitmen, energi, orang, komitmen, talenta yang komitmen, niat, ketahanan dan komitmen lagi. Terlebih saya ini total amatiran, cuma pengalaman ikut drama-drama mungil gereja dan sekolah yang dipentaskan sendiri, diketawain sendiri juga. Guru Inggris saya, Mr. Marc, udah setuju untuk jadi advisor buat proyek ini, tapi ya itu dia, jadi advisor tok. Ngga mau lebih jauh lagi. Gaswat ya -_-

Ngomong-ngomong drama Into the Woods sendiri diambil dari musikal karya asli Stephen Sondheim (komposernya) dan James Lapine (pembuat bukunya) yang dipopulerkan lewat Broadway. Ceritanya gabungan dari berbagai macam dongeng karangan Brothers Grimm seperti Cinderella, Jack and the Beanstalk, Rapunzel, dan satu kisah orisinil yang bertokohkan Baker and His Wife. Dan bukan cuma memiliki pesan moral yang dalam dan cocok bagi orang dewasa, lagu-lagu drama ini juga meskipun klasik dan termasuk sulit untuk dipelajari, benar-benar indah. Menyenangkan sekali. Kalau kami bisa membawakan drama ini dengan kualitas yang mendekati versi aslinya entah seberapa bahagia saya bisa jadi nanti.

Yah pokoknya besok audisi gelombang pertama. Entah bagaimana nanti jadinya. Apalagi mungkin bakal ada peserta yang punya pengalaman lebih dalam drama-drama seperti ini. Diaudisi oleh amatiran jadi terasa lucu. Tapi apa boleh buat, walaupun mereka punya pengalaman, mereka bukan inisiatornya. Saya yang stuck mendapat posisi pengarah.

Permalink 4 Komentar

Facebook Page dan Lain-Lain (:p)

Oktober 3, 2010 at 9:04 am (Animorphs, Keseharian) (, , )

Jadi sekalian promosiin link yang udah dibikin sama Yunita, yang komen di pos pertama saya di blog ini…..

Jeng jeng jeng jeeeng….

Animorphs Indonesia Facebooookkk!!!

v

v

http://www.facebook.com/group.php?gid=161252167224294&ref=search

(iya kan bener yang ini..?)

Hahaha makasih ya ampe dibikinin segala, join aja kalo mau. Sekarang lagi bergulat di tempat kuliah bikin drama sama siap-siap acara Indonesia Model United Nations di UI. Merfans juga cepet2 selesaiin #32nya yaaa, biar bisa cepet-cepet di proof-read.

Permalink 6 Komentar